Dalam sebuah inisiatif penting yang bertujuan untuk mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan di kalangan mahasiswa, Klinik UGM 24 Jam, yang juga dikenal sebagai Klinik Dokter Keluarga Korpagama, telah mendapatkan mandat dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan tes NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) bagi mahasiswa unggul. Program ini berlangsung dari 29 Oktober hingga 1 November 2025, dan dirancang khusus untuk mahasiswa yang Tes NAPZA di Klinik Dokter Keluarga Korpagama UGM dari berbagai fakultas, antara lain Fakultas Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Kehutanan, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Geografi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIPOL).
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama dalam konteks layanan dasar dan pendidikan untuk keberlanjutan. Dengan menyediakan layanan kesehatan yang penting, klinik bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya sukses secara akademis tetapi juga sehat secara fisik dan mental. Hal ini sangat penting dalam mengurangi angka kematian yang terkait dengan penyalahgunaan zat dan mempromosikan lingkungan kampus yang lebih sehat.
Program tes NAPZA ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengatasi masalah penyalahgunaan alkohol dan zat lainnya di kalangan mahasiswa. Dengan meningkatnya kekhawatiran tentang dampak penggunaan zat terhadap kinerja akademis dan kesejahteraan secara keseluruhan, UGM mengambil langkah proaktif untuk mengurangi risiko ini. Tes ini akan membantu mengidentifikasi mahasiswa yang mungkin memerlukan dukungan dan intervensi, mendorong budaya peduli dan tanggung jawab di dalam komunitas universitas.
Selain tes, klinik juga akan menyediakan sumber daya pendidikan dan layanan konseling bagi mahasiswa. Pendekatan ini menekankan pendidikan untuk keberlanjutan, membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan untuk membuat keputusan yang tepat tentang kesehatan dan pilihan gaya hidup mereka. Lokakarya dan seminar akan diadakan untuk membahas bahaya penyalahgunaan zat dan pentingnya menjaga gaya hidup yang seimbang.
Sebagai bagian dari proses pengujian, mahasiswa akan menjalani serangkaian penilaian untuk mengevaluasi penggunaan zat mereka. Hasilnya akan dijaga kerahasiaannya, dan mahasiswa akan diberikan perawatan lanjutan yang sesuai jika diperlukan. Ini memastikan bahwa program ini tidak hanya mengidentifikasi masalah potensial tetapi juga menawarkan solusi dan dukungan bagi mereka yang terkena dampak.
Sebagai kesimpulan, program tes NAPZA di Klinik Dokter Keluarga Korpagama merupakan langkah penting memastikan kesehatan dan keselamatan mahasiswa UGM. Dengan mengintegrasikan layanan kesehatan dengan inisiatif pendidikan, universitas membuka jalan untuk masa depan yang berkelanjutan di mana mahasiswa dapat berkembang secara akademis dan pribadi. Inisiatif ini tidak hanya menangani masalah kesehatan yang mendesak tetapi juga meletakkan dasar bagi mahasiswa yang lebih terinformasi dan bertanggung jawab.